CATATAN PERJALANAN
Forum Penyuluh
Antikorupsi Kujang Bersatu Jawa Barat (PAK KBJB) Tahun 2025
Upaya pencegahan korupsi di Indonesia tidak dapat
hanya mengandalkan pendekatan penindakan, tetapi harus diperkuat melalui
strategi pendidikan, penyuluhan, dan internalisasi nilai-nilai integritas
secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, penyuluh antikorupsi memiliki
peran strategis sebagai agen perubahan yang menjembatani kebijakan nasional
dengan praktik nyata di tingkat birokrasi dan masyarakat. Jawa Barat, sebagai
provinsi dengan jumlah penduduk besar dan kompleksitas tata kelola pemerintahan
yang tinggi, memerlukan wadah kolaboratif yang mampu mengoordinasikan peran
para penyuluh antikorupsi secara terstruktur dan berkesinambungan.
Forum Penyuluh Antikorupsi Kujang Bersatu Jawa Barat
(PAK KBJB) hadir sebagai respon atas kebutuhan tersebut. Sepanjang tahun 2025,
PAK KBJB menjalani proses konsolidasi organisasi, penguatan jejaring, serta
pelaksanaan berbagai kegiatan kolaboratif yang sejalan dengan visi dan misi
organisasi. Tahun 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan PAK KBJB karena
ditandai dengan penguatan legalitas organisasi, penataan kepengurusan, serta
peningkatan peran aktif dalam agenda pendidikan dan kampanye antikorupsi, baik
di tingkat daerah maupun nasional.
2. Sejarah PAK KBJB
PAK KBJB merupakan perkumpulan yang menghimpun penyuluh antikorupsi tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK di wilayah Jawa Barat. Organisasi ini didirikan sebagai wadah profesional untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta memperluas dampak penyuluhan antikorupsi. Secara hukum, PAK KBJB telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan melakukan penyesuaian serta perubahan kepengurusan melalui Akta Perubahan Perkumpulan Tahun 2025.
Seiring berjalannya waktu, PAK KBJB berkembang tidak hanya sebagai forum komunikasi, tetapi juga sebagai simpul kolaborasi lintas komunitas, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah. Identitas “Kujang Bersatu” mencerminkan semangat kebersamaan khas Jawa Barat, di mana kekuatan kolektif menjadi fondasi utama dalam menggerakkan pendidikan antikorupsi secara inklusif dan partisipatif.
3. Kepengurusan
Tahun 2025 menjadi momentum penataan ulang kepengurusan PAK KBJB agar lebih adaptif, profesional, dan akuntabel. Berdasarkan Akta Perubahan Perkumpulan PAK KBJB Tahun 2025, susunan pengurus ditetapkan dengan memperhatikan kompetensi, pengalaman, serta komitmen terhadap nilai-nilai integritas. Struktur kepengurusan terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta unsur Pengawas.
Penetapan kepengurusan ini bertujuan untuk memastikan
tata kelola organisasi berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Kepengurusan PAK KBJB juga berperan sebagai penggerak utama dalam membangun
kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPSDM
Provinsi Jawa Barat, komunitas penyuluh antikorupsi lintas daerah, serta
organisasi masyarakat sipil yang memiliki perhatian pada isu integritas dan
tata kelola pemerintahan.
4. Kegiatan yang Telah
Dilakukan
Sepanjang tahun 2025, PAK KBJB melaksanakan berbagai kegiatan yang selaras dengan visi, misi, dan tugas organisasi. Salah satu fokus utama adalah penguatan kolaborasi lintas komunitas dan lembaga. Kegiatan Festival Temu Tanggap Keluarga yang dilaksanakan di Kampus STAN menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak antara STAN, Dana Rakca, PAK KBJB, ForPak Banten, Made In Family, Obat Manjur, SPEAK, PAK-SUFI, dan Yapy Yapo. Kegiatan ini menempatkan keluarga sebagai basis awal pendidikan nilai integritas dan antikorupsi dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.
PAK KBJB juga berperan aktif dalam peringatan Hari Antikorupsi Dunia (HAKORDIA) Kabupaten Bogor pada 30 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PAKSI Kabupaten Bogor, PAK-SUFI, Obat Manjur, Made In Family, ForPak Banten, dan Yapy Yapo. Melalui kegiatan ini, pesan antikorupsi disampaikan secara lebih dekat kepada masyarakat dengan bahasa yang komunikatif dan pendekatan berbasis komunitas.
Selain di tingkat daerah, PAK KBJB turut mengikuti rangkaian Puncak HAKORDIA 2025 di Yogyakarta. Partisipasi ini menjadi bagian penting dari penguatan jejaring nasional penyuluh antikorupsi, sekaligus sarana pembelajaran dan pertukaran praktik baik antar daerah. Kehadiran PAK KBJB dalam forum nasional tersebut mempertegas posisi organisasi sebagai bagian dari ekosistem gerakan antikorupsi nasional.
Di bidang internal organisasi, PAK KBJB
menyelenggarakan rapat persiapan pembentukan program kerja dan konsolidasi
pengurus pada akhir tahun 2025. Rapat ini menghasilkan kesepahaman awal
mengenai arah strategis organisasi periode berikutnya, termasuk rencana
pelaksanaan Rapat Kerja dan penguatan kemitraan dengan BPSDM Provinsi Jawa
Barat dalam implementasi pendidikan antikorupsi bagi ASN.
Ke depan, PAK KBJB akan menghadapi tantangan yang
semakin kompleks seiring dengan meningkatnya ekspektasi publik terhadap peran
penyuluh antikorupsi. Tantangan pertama adalah menjaga konsistensi gerakan
di tengah keterbatasan sumber daya organisasi. PAK KBJB beranggotakan
individu-individu yang sebagian besar memiliki peran utama sebagai ASN atau
profesional, sehingga pengelolaan waktu dan energi menjadi isu nyata. Tanpa
manajemen organisasi yang disiplin, idealisme berpotensi kalah oleh rutinitas.
Tantangan berikutnya adalah menjaga relevansi materi dan metode penyuluhan. Masyarakat dan ASN semakin kritis, cepat bosan, dan terbiasa dengan informasi instan. Pendekatan ceramah konvensional tidak lagi cukup. PAK KBJB dituntut untuk terus berinovasi dalam metode edukasi, memanfaatkan media digital, serta mengemas pesan antikorupsi agar tetap tajam namun membumi. Jika tidak adaptif, pesan integritas berisiko terdengar normatif dan kehilangan daya pengaruh.
PAK KBJB juga menghadapi tantangan dalam memperkuat
posisi sebagai mitra strategis pemerintah daerah tanpa kehilangan independensi
moral. Kolaborasi dengan pemerintah adalah kebutuhan, tetapi kedekatan yang
tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persepsi konflik kepentingan.
Organisasi harus mampu bersikap kritis, objektif, dan berani menyampaikan nilai
integritas secara jujur, meskipun tidak selalu nyaman. Di sinilah integritas
organisasi benar-benar diuji.
Dari sisi internal, tantangan lain adalah regenerasi
dan penguatan kapasitas anggota. Penyuluh antikorupsi harus terus belajar
mengikuti perkembangan regulasi, kebijakan, dan isu korupsi yang semakin
kompleks. Tanpa program pengembangan kapasitas yang terstruktur, kualitas
penyuluhan dapat stagnan. PAK KBJB perlu memastikan bahwa semangat relawan
dibarengi dengan kompetensi yang terus diperbarui.
Tantangan selanjutnya adalah penguatan jejaring
lintas daerah dan lintas komunitas. Kolaborasi sering kali bergantung pada
relasi personal, bukan sistem. Ketika figur kunci tidak aktif, kerja sama bisa
melemah. PAK KBJB perlu membangun jejaring berbasis sistem dan kesepakatan
kelembagaan agar kolaborasi tetap berlanjut secara berkelanjutan, tidak
tergantung pada siapa yang sedang menjabat.
Di era digital, PAK KBJB juga menghadapi tantangan manajemen
citra dan komunikasi publik. Informasi dapat menyebar cepat, termasuk
kesalahpahaman. Organisasi perlu memiliki strategi komunikasi yang jelas,
transparan, dan responsif. Diam terlalu lama bisa dianggap tidak peduli,
sementara salah bicara bisa menjadi bumerang. Tantangan ini menuntut
kecermatan, bukan sekadar semangat.
Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah menjaga
semangat kolektif di tengah perbedaan latar belakang anggota. PAK KBJB
terdiri dari berbagai profesi, usia, dan pengalaman. Perbedaan ini adalah
kekuatan, tetapi juga bisa menjadi sumber friksi jika tidak dikelola dengan
komunikasi yang sehat. Kepemimpinan yang inklusif dan terbuka menjadi kunci
untuk menjaga soliditas organisasi.
Akhirnya, tantangan terbesar PAK KBJB adalah membuktikan
dampak nyata gerakan antikorupsi, bukan sekadar banyaknya kegiatan. Ke
depan, organisasi dituntut untuk mampu menunjukkan perubahan sikap, peningkatan
kesadaran, dan praktik integritas yang terukur. Tantangan ini tidak mudah,
tetapi justru menjadi pembeda antara organisasi yang sekadar aktif dan
organisasi yang benar-benar berdampak.
PAK KBJB menyadari bahwa tantangan tersebut tidak bisa
dihindari, tetapi dapat dikelola dengan perencanaan yang matang, kepemimpinan
yang berintegritas, dan komitmen kolektif. Jalan ke depan tidak selalu mulus,
tetapi arah sudah jelas. Integritas bukan tujuan akhir, melainkan proses
panjang yang harus dijalani dengan konsisten, bahkan ketika tepuk tangan mulai
sepi.
6. Harapan Masa Depan
Ke depan, PAK KBJB diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam penguatan budaya integritas. Organisasi ini diharapkan mampu mengembangkan program pendidikan antikorupsi yang kontekstual, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta relevan dengan kebutuhan ASN dan masyarakat Jawa Barat. Penguatan kapasitas penyuluh, perluasan jejaring kolaborasi, serta pemanfaatan media digital menjadi agenda penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
PAK KBJB juga diharapkan dapat menjadi ruang
pembelajaran bersama yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi
juga pada pembentukan sikap dan perilaku antikorupsi. Dengan tata kelola
organisasi yang baik dan kepemimpinan yang berintegritas, PAK KBJB memiliki
peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam gerakan
pencegahan korupsi.
7. Kesimpulan
Perjalanan PAK KBJB sepanjang tahun 2025 menunjukkan
proses konsolidasi dan penguatan peran organisasi dalam ekosistem pencegahan
korupsi di Jawa Barat. Melalui penataan kepengurusan, pelaksanaan kegiatan
kolaboratif, serta partisipasi aktif dalam agenda daerah dan nasional, PAK KBJB
menegaskan komitmennya sebagai forum penyuluh antikorupsi yang profesional dan
berdampak. Tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi langkah-langkah strategis
PAK KBJB ke depan. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, PAK KBJB optimistis
dapat terus berkontribusi dalam membangun budaya antikorupsi yang hidup dalam
praktik, bukan sekadar slogan.
Catatan kilas balik PAK KBJB 2025
Bandung, 31 Desember 2025
ttd
Budy Hermawan
Ketua PAK KBJB

.png)
.png)



.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar